Cara Install cPanel Di Linux Centos

Apa itu cpanel ? Mengapa memilih cPanel hosting ? cPanel adalah kontrol panel hosting yang populer dalam industri webhosting. Dengan menginstall cpanel pada hosting akan memudahkan tugas-tugas administrator sistem hosting linux, bahkan bagi mereka yang tidak begitu bisa menjalankan bash linux karena menggunakan Graphic User Interface.

cPanel adalah perusahaan kontrol panel web hosting dan untuk menggunakan software cPanel tersebut kalian harus membeli lisensi untuk menggunakannya. Walaupun begitu kalian diberi 15 hari versi trial untuk membiasakan penggunaan software cPanel tersebut.

Aplikasi cPanel hanya berfungsi di CentOS, CloudLinux dan Red Hat Enterprise Linux Systems (RHEL). cPanel juga datang bersama dengan webserver suite (LAMP) dengan Mail Server, server FTP, Name Server Application, dll. Berikut cara install cPanel di Linux Centos.

cPanel memberikan custom installation scrip, jadi kita hanya perlu mendownload script instalasi dan menjalankannya untuk menyelesaikannya instalasi cPanel. Langkah-langkah berikut dilakukan pada webserver baru. Untuk menghindari kesalahan menginstall cPanel tersebut, Anda tinggal memasukkan script berikut pada baris perintah terminal :

Microsoft Meluncurkan Fitur Keamanan Untuk Azure Cloud

Gambar : Azure Microsoft
Sebagai bagian produk dari Microsoft, perusahaan Microsoft telah bermitra dengan auditor keamanan yang akan bekerjasama memeriksa IOT pelanggan microsoft, menemukan masalah dan memberikan bimbingan mengatasi masalah pelanggan microsoft tersebut.

Terkait dengan keamanan IOT pun microsoft meluncurkan program baru bagi platform cloud azure untuk membantu pelanggan bisnis dalam memperkuat keamanan mereka ditengah serangan keamanan terhadap Internet Of Things yang lebih dikenal dengan singkatan IOT.

Tips Mudah Berpindah Dari Windows Ke Linux

Gambar : Wikimedia.org
Kesadaran masyarakat yang masih kurang terhadap pengetahuan tentang hak paten dan lisensi menyebabkan mereka kurang peduli terhadap adanya lisensi software dan terutama yang terkait juga sistem operasi yang mereka gunakan.

Selain golongan yang kurang peduli tersebut, ternyata banyak juga masyarakat yang tidak mengetahui tentang adanya lisensi software tersebut. Hal yang mereka tahu bahwa ketika mereka membeli perangkat komputer / laptop semua software yang mereka butuhkan sudah tertanam didalamnya .

Ketika di check ternyata apa yang terinstall pada komputer / laptop mereka semua berlisensi close source yang artinya sebelum menggunakan software tersebut sebenarnya mereka harus membeli lisensi terlebih dahulu, namun mereka mendapatkannya secara free alias gratis.

Terhadap golongan masyarakat yang tidak mengetahui perbedaan antara software open source dan close source ini tentu kewajiban bagi yang memiliki pengetahuan untuk memberitahu mereka. Dan terhadap mereka yang tidak mau peduli ditegakkan hukum karena mereka sudah tahu namun tidak mau mengindahkannya. Lalu adakah sistem operasi dan software yang bisa digunakan secara bebas tanpa melanggar lisensi ?