Pasar bebas antar masyarakat yang lebih dikenal dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tinggal beberapa bulan lagi mau tidak mau, siap tidak siap harus dihadapi bangsa indonesia sebagai salah satu negara anggota ASEAN.
Pada tahun 2015, setiap negara bebas menginvasi dan melakukan transaksi perdagangan ke Negara lainnya dan setiap Negara bebas mempromosikan produk-produk negara mereka untuk meraih keuntungan dari Masyarakat Ekonomi ASEAN.
Deputi Bidang Kelembagaan Iptek Mulyanto, sebagaimana dilansir vivanews Kamis, 09 Oktober 2014 di Gedung LIPI Jakarta menyampaikan bahwa Indonesia perlu membenahi dan menyiapkan diri untuk pasar bebas tersebut.
"Pasar bebas ASEAN semakin dekat dalam hitungan bulan. Oleh karenanya perlu persiapan secara menyeluruh baik itu infrastruktur dukungan iptek dan inovasi, serta kebijakan-kebijakan pemerintah untuk mendukung SDM".
Negara Indonesia perlu mengatasi permasalahan MEA saat berada dalam arus pasar bebas tersebut.
Permasalahan pertama