Apakah Perlakuan Negatif Orang Lain Telah Mempengaruhimu ? Temukan Jawabannya

Apakah kamu sering kesal, jengkel bahkan galau akibat perbuatan orang lain yang tidak mengenakkan hatimu lalu kamu terus-menerus memikirkannya ? Apakah kamu ketika pulang kantor mengomel dalam diri tentang perbuatan teman kantor yang membuatmu kesal bahkan hingga membuatmu susah istirahat di malam hari ?

Dalam berinteraksi sosial, kalau kamu memikirkan terlalu banyak atas perbuatan orang lain yang tidak mengenakkan hatimu berarti perbuatan orang tersebut telah menguasai dirimu, baik itu kamu sadari atau tidak.

Kamu merasa bahwa atasanmu tidak adil terhadapmu dan selalu menganggap kamu tidak serius bekerja walaupun kamu sudah menilai dalam dirimu bahwa engkau telah melakukan pekerjaan yang diberikan kepadamu dengan semaksimal mungkin namun tetap saja masih salah dimata si bos, lalu kamu kesal terhadap si bos dan pikiran tersebut terus-menerus membayangimu.

Jangan sampai hal-hal tersebut diatas selalu membayangi pikiranmu yang akhirnya akan menurunkan potensi dan produktifitas yang ada dalam dirimu. Orang-orang negatif dapat menghancurkan dirimu apabila tidak mengolahnya dengan hati-hati.

Lalu apa saja ciri-ciri bahwa perspektif negatif orang lain terlah mempengaruhi dirimu ? Berikut baweh belajar menulis online posting tentang 5 tanda bahwa pemikiran dan perbuatan negatif orang lain telah mempengaruhi dirimu.

1. Kamu selalu membicarakan orang yang telah berbuat negatif terhadapmu

Meluapkan dan melampiaskan emosi serta frustasi tidak perlu juga anda meluapkan kemarahan terhadap mereka yang telah berbuat tidak baik terhadapmu.

Dalam salah satu studi menunjukkan bahwa semakin banyak kamu membicarakan tentang kebiasaan seseorang yang menjengkelkan, perilaku kasar dan atau komentar ofensif maka semakin besar kekuatan orang tersebut mempengaruhi pikiranmu.

Belum lagi setiap menit waktumu yang kamu gunakan untuk membicarakannya telah membuang waktu hidupmu yang sebenarnya bisa kamu gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat dan menambah kualitas dirimu.


2. Kamu selalu memikirkannya walaupun orang tersebut tidak bersamamu

'Membicarakan terus-menerus dan berulang-ulang akhirnya seseorang yang negatif tersebut telah menguasaimu, karena kamu selalu memikirkannya walaupun orang tersebut tidak sedang bersamamu.

Semakin banyak waktu yang kamu gunakan untuk memikirkan orang tersebut, semakin banyak waktu yang kamu berikan untuk orang tersebut. Yang lebih parahnya kan bisa membuatmu takut berinteraksi dengan orang lain karena sudah takut dan kebayang atas orang yang telah berbuat dan berperilaku negatif terhadapmu.

3. Kamu membatasi ruang gerakmu dan kebahagiaanmu disebabkan orang lain

Contoh bahwa orang lain telah membatasi ruang gerakmu dan kebahagianmu seperti kamu mengatakan bahwa "Liburan keluarga akhir tahun tidak membahagiakanku karena kakakku sedang studi di luar negeri sehingga tidak bisa bersamaku". Dalam pekerjaan kamu mengatakan bahwa "Bahwa selama pimpinan duduk disini, saya tidak bisa menikmati pekerjaan ini".

Apabila hal tersebut ada pada dirimu berarti adanya orang lain yang membuatmu bahagia, mengapa tidak menciptakan kebahagiaan untuk dirimu sendiri ?

4. Membiarkan orang lain mengontrol emosi dirimu

Merasa marah dan frustasi ketika kamu merasa tidak dihargai adalah wajar sebagai manusia biasa, namun ingat jangan sampai hal tersebut berlarut-larut sehingga mereka secara tidak sadar bahwa mereka telah mengontrol emosimu.

Mungkin kamu membutuhkan beberapa waktu untuk menenangkan dirimu atau dadamu bergejolak ketika mendengar perkataan mereka yang membuatmu marah. Ingatlah bahwa reksi emosional dan sisiologi yang kuat adalah tanda bahwa seseorang telah menempati dan banyak mengontrol atas dirimu.

5. Berkumpul denga orang-orang berperilaku negatif akan mempengaruhi perilakumu

Hidup dalam lingkungan banyak orang berpikiran dan berperilaku negatif dapat menyebabkan kamu terpengaruh karena kuatnya pengaruh perilaku negatif tersebut.

Tidak peduli apa reaksimu terhadap perilaku negatif orang lain, jika hal tersebut tidak sejalan dengan nuranimu maka kamu telah memberikan kekuasaan dirimu kepada orang lain.

Bagaimana caranya agar pengaruh-pengaruh negatif tersebut tidak menguasai dirimu ? Ada banyak cara untuk mengambil kembali kekuasaan atas dirimu sendiri dari pengaruh negatif orang lain diantaranya jika kamu tidak dapat secara fisik menjauhkan diri dari mereka kamu dapat mengatur batas-batas yang sehat untuk mencegah mereka menguasai mentalmu.

Fokus untuk hal-hal yang akan meningkatkan produktifitas dirimu dalam hidupmu. Berkomitmen untuk mengatasi emosi kamu dengan cara yang sehat dan tepat juga memutuskan untuk fokus pada apa yang dapat kamu kontrol atas fikiran, perasaan dan perilakumu.

Apabila ada diantara kamu yang mau menambahkan tentang cara mengatasi diri agar tidak mudah dikontrol orang lain, maka jangan ragu untuk menuliskan tips meningkatkan produktifitas diri dan hidup pada kolom komentar.