Buku Saatnya Aku Belajar Pacaran

Bulan Februari 2015 ini akan penuh kejutan yang menyesakkan hati bagi mereka yang masih ingin menjaga moral generasi muda setelah kemaren baweh belajar menulis tentang beli coklat berhadian kondom. Pada postingan blog kali ini akan berbagi tulisan tentang buku saatnya aku belajar pacaran.

Sebagai manusia normal ketika telah masa baligh tentu akan ada rasa ketertarikan terhadap lawan jenis. Para pemuda tertarik kepada pemudi demikian juga sebaliknya pemudi tertarik kepada pemuda yang dikaguminya.

Namun dalam mengungkapkan rasa kagum tersebut kan ada
aturan-aturan baik yang tertulis maupun tak tertulis apabila dilanggar akan menimbulkan pertentangan.

Buku saatnya aku belajar pacaran menurut Reza Indragiri Amriel ahli psikologi forensik dari Universitas Gadjah Mada sebagaimana diberitakan Tempo.Co mengatakan 'tulisan Toge tak mengajarkan anak dan remaja membangun sikap menjaga, menghargai, dan menghormati tubuh mereka. Pendidikan seks sangat penting, tapi cara Toge salah, Ujar Reza.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia pun telah melaporkan terkait Buku Saatnya aku belajar pacaran pun telah dilaporkan ke Bareskrim. KPAI menilai buku yang ditulis Toge tak sejalan dengan prinsip perlindungan anak, serta bertentangan dengan norma kesusilaan dan hukum.

Mengapa harus pacaran. Kalau memang niat berkeluarga langsung saja ke Kantor Urusan Agama (KUA) tanpa harus pacaran, betul ga ? Kalau penasaran berikut gambar dan penampakan dari buku saaatnya aku belajar pacaran :

Gambar : Lintaspos.com