Mengenal Sistem Operasi Brillo Dari Google

Google sebagai mesin pencari paling berpengaruh saat ini sedangkan mengembangkan sistem operasi Brillo untuk Android yang bisa digunakan untuk aktifitas Internet of Things.

Gambaran sederhana Internet of Things artinya mengembangkan dan menyambungkan berbagai perangkat pintar melalui media internet. Hal tersebut menjadi tren saat ini. Dan Google sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar tidak mau meninggalkan momen tersebut dengan meluncurkan sistem operasi Brillo. Mari mengenal sistem operasi Brillo lebih jauh lagi.

Sistem operasi Google menurut informasi akan diluncurkan dibawah merek Android pada ajang konferensi tahunan perusahaan untuk pengembang perangkat lunak (software).

Sistem Operasi terhubung yang bisa saja memerlukan lebih sedikit ram 32 bit/64 MB untuk menjalankan sistem operasi Brillo tersebut sehingga dapat digunakan pada segala perangkat teknologi rumahan seperti kulkas tv pintar, kunci pintu, sensor, dll.

Menurut informasi, Google merancang IoT dengan skema mereka sendiri, tidak mengandalkan hardware pihak ketika. Walaupun begitu, Mesin pencari Google juga akan menawarkan OS Brillo secara gratis.

Selain menunggu konferensi resmi OS Brillo, para penggiat teknologi juga menunggu sebuah aplikasi layanan berbagi foto terbaru Google, Apa nama Android setelah Lollipop yang berawalan M, dan layanan perintah suara para perangkat Android.

Perangkat yang terhubung ke internet akan bertambah setiap, analisa yang dilakukan Gartner menunjukkan bahwa jumlah perangkat yang terhubung ke internet akan mencapai 25 Miliar pada tahun 2020. Pada waktu itu mungkin saja perangkat yang saling terhubung dengan internet bekerja secara mandiri.

Selain mesin pencari google yang meluncurkan Internet of Things, terdapat juga perusahan lain yang juga meluncurkan internet of things seperti Huawei yang meluncurkan LiteOS. Raksasa teknologi China tersebut meluncurkan OS LiteOS yang hanya berukuran 10kb yang dirancang untuk menjalankan peralatan yang terhubung.

Pada awal bulan ini, Samsung juga mengumumkan Artik yang dirancang bagi perangkat Internet of Things dengan software open source dan tentu saja hardware samsung sendiri. Bagaimana menurut kalian masa depan Internet of Things ?